HARIAN EXPRESS KLATEN – Sebuah warung bakso di Klaten, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial setelah ketahuan memungut biaya AC kepada para pelanggannya.
Pemilik warung membebankan tarif tambahan sebesar Rp3.000 per orang bagi pembeli yang makan di ruangan berpendingin udara. Kejadian ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan warganet yang menganggap kebijakan tersebut sangat tidak wajar.
Kabar mengejutkan ini pertama kali mencuat ketika akun X (sebelumnya Twitter) @jasjusjuicey mengunggah foto sebuah nota pembayaran. Meskipun pengunggah asli sudah menghapus postingannya, warganet lain melalui akun @infojateng dengan cepat membagikan ulang tangkapan layar tersebut. Nota kasir itu menunjukkan pelanggan melakukan transaksi pembelian pada Rabu, 13 Mei 2026, sekitar pukul 16.16 WIB. Pembeli menyelesaikan transaksi pembayaran makanan tersebut menggunakan metode pindai kode QRIS.
Melalui foto nota yang beredar luas, publik bisa melihat dengan jelas rincian harga makanan beserta pungutan tambahannya. Warung bakso yang berlokasi di Klaten Utara tersebut mencantumkan pesanan berupa bakso balungan, bakso keju, tetelan, dan beberapa minuman. Namun, hal yang paling menyita perhatian publik adalah baris tulisan yang memuat tagihan penggunaan penyejuk ruangan.
“AC per 1 orang 2 x Rp 3.000 dengan total Rp 6.000. Bakso balungan Rp 25.000, bakso keju Rp 18.000, tetelan 1 porsi Rp 8.000, es tawar Rp 1.000, es teh Rp 4.000. Total pembayaran Rp 62.000,”
Menanggapi hal tersebut, pengguna internet langsung memberikan berbagai reaksi heran terhadap kebijakan warung makan itu. Mayoritas warganet menyindir langkah pengelola tempat makan karena membebankan biaya operasional listrik secara langsung kepada konsumen. Mereka lantas membanjiri media sosial dengan beragam komentar sarkas.
“Pantes bisa buka cabang sampai ke-14, orang yang bayar listrik customer,”
Akibat insiden yang viral di media sosial ini, pengelola restoran harus menghadapi respons tegas dari warganet. Publik dunia maya beramai-ramai memberikan ulasan buruk pada halaman Google Maps milik tempat makan tersebut. Imbas serangan ulasan ini, rating tempat usaha itu langsung anjlok secara drastis hingga menyentuh angka 1,6.
“Besok-besok kalau ke coffee shop mau nanya dahulu ah, kalau ruang AC ada biaya tambahan enggak? Biar enggak kaget,”
Terus ikuti perkembangan berita terkini mengenai fenomena unik dan kejadian viral lainnya hanya di portal berita kesayangan Anda. Pastikan Anda selalu membaca informasi terbaru setiap hari agar tidak ketinggalan berita faktual dan berimbang dari seluruh penjuru negeri.





