Rabu, 09 September 2026
Hot

Bupati Klaten Minta Kecamatan Sambang SPPG Cegah Keracunan MBG Terulang

Bupati Klaten menginstruksikan Forkopimcam dan Puskesmas memperketat pengawasan SPPG guna mencegah kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terulang

Article ad before first paragraph

HARIAN EXPRESS, KLATEN – Instruksi peningkatan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikeluarkan oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, di Kabupaten Klaten, Jumat (4/9/2026).

Langkah preventif ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Srebegan dan MIM Cetan, Kecamatan Ceper. Hamenang meminta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk camat, kepala kepolisian sektor (kapolsek), komandan rayon militer (danramil), serta Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk aktif menyambangi dan memantau operasional dapur SPPG di wilayah masing-masing.

Bupati Klaten menegaskan bahwa keterlibatan aparat kewilayahan sangat penting untuk melakukan mitigasi risiko sejak dini. Tujuannya adalah memastikan seluruh fasilitas penyedia makanan senantiasa mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan standar keamanan pangan yang berlaku ketat sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Nanti kita minta tolong rekan-rekan Forkopimcam, kapolsek, danramil, camat, kemudian dari Puskesmas didampingi. Sehingga kita bisa mitigasi lebih awal ketika ada potensi-potensi risiko, apabila SPPG kurang sesuai SOP,”

Article ad in the middle of article

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten juga mendorong seluruh mitra SPPG untuk melakukan evaluasi menyeluruh secara mandiri terkait higienitas dan kualitas bahan baku. Menurut Hamenang, program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintah yang ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan peserta didik. Oleh karena itu, pelaksanaannya membutuhkan tingkat kehati-hatian ekstra agar manfaat positif tersebut dapat direalisasikan tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan anak.

“Niat program Pak Presiden sangat bagus untuk mencerdaskan anak-anak kita. Jangan sampai kemudian justru menjadi masalah yang membuat trauma anak-anak kita,”

Sebelumnya, dugaan keracunan makanan massal mencuat pada Kamis (3/9/2026) saat para pelajar tiba-tiba mengalami gejala klinis berupa mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu MBG. Pihak sekolah yang bersangkutan langsung mengevakuasi siswa dan menghubungi wali murid sekitar pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) untuk penanganan medis lebih lanjut. Peninjauan langsung yang dilakukan oleh Bupati Klaten ke sarana pendidikan dan dapur SPPG tersebut bertujuan untuk memastikan operasional penyedia makanan dihentikan sementara waktu hingga hasil uji laboratorium keluar dan proses investigasi tuntas dilakukan.

Article ad after last paragraph