HARIAN EXPRESS, KLATEN – Penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (07/09/2026).
Saat ini terdapat 153 SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut, melayani sekitar 300.100 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, hingga ibu hamil. Namun, dua fasilitas terpaksa ditutup sementara menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas pascakejadian tersebut. Tim investigasi telah diterjunkan ke lapangan guna mengambil sampel makanan dan air minum dari sekolah terkait untuk dilakukan uji laboratorium.
“Dari kemarin sudah kami putuskan untuk berhenti operasional. Kita masih menunggu hasil pengujian laboratorium sampel makanan yang memakan waktu sekitar lima sampai tujuh hari. Setelah hasilnya keluar, baru akan saya laporkan secara resmi ke Badan Gizi Nasional Pusat.”
Selama masa penangguhan, pihak mitra pengelola tidak akan menerima kompensasi dalam bentuk apa pun dari pemerintah. Keputusan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan standar operasional prosedur penyediaan konsumsi massa.
“Mitra (SPPG) tidak mendapatkan insentif selama masa suspend.”
Berdasarkan evaluasi awal, selain indikasi masalah pada kebersihan makanan, sebagian lokasi juga mendapat sorotan perihal kelayakan infrastruktur dasar. Permasalahan tersebut meliputi sistem saluran air bersih dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi standar keamanan dapur umum.
Bupati Klaten, Hamenang, telah menginstruksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) agar memperketat pengawasan melalui inspeksi mendadak ke berbagai dapur MBG. Langkah preventif ini diterapkan untuk mencegah terulangnya insiden serupa, sekaligus memastikan kelayakan asupan bagi seluruh penerima manfaat. Fasilitas yang tengah ditangguhkan baru diizinkan beroperasi kembali setelah seluruh persyaratan dan perbaikan standar kebersihan dipenuhi secara komprehensif.


