KLATEN HARIAN EXPRESS – Harga BBM Non-Subsidi Meroket, Ini Penjelasan Resmi ESDM. Kementerian ESDM buka suara soal lonjakan harga BBM non-subsidi jenis diesel yang tembus Rp30.000 per liter pada Mei 2026 akibat ketidakstabilan geopolitik.
Lonjakan harga BBM non-subsidi kembali menyita perhatian masyarakat setelah angkanya menyentuh rekor baru pada awal Mei 2026. Kenaikan harga yang cukup tajam ini melanda produk bahan bakar jenis diesel, baik di stasiun pengisian bahan bakar umum milik swasta maupun milik negara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian ESDM akhirnya angkat bicara untuk memberikan penjelasan kepada publik terkait fenomena lonjakan harga bahan bakar tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, menyebutkan bahwa lonjakan harga BBM ini berkaitan erat dengan situasi keamanan dan politik dunia. Kondisi geopolitik global yang masih bergejolak memberikan pukulan langsung terhadap harga minyak mentah di pasar internasional. Gejolak tersebut pada akhirnya memaksa para penyedia bahan bakar di dalam negeri untuk merevisi harga jual produk non-subsidi mereka ke atas.

“Ya tentu kalau kita perhatikan kan kondisi geopolitik ini tidak stabil ya. Naik turun, naik turun, naik turun,” ungkap Laode saat awak media temui di kantor Kementerian ESDM pada Senin malam, 4 Mei 2026.
Menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian ini, Pemerintah Indonesia memilih untuk mengambil langkah strategis guna mengamankan ketersediaan energi. Laode menegaskan bahwa fokus utama Kementerian ESDM saat ini bukanlah mengintervensi harga pasar, melainkan menjamin pasokan bahan bakar tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat serta sektor industri. Pemerintah mengutamakan langkah pengamanan ini agar kelangkaan bahan bakar tidak mengganggu perputaran aktivitas ekonomi nasional.
“Yang paling penting buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok aman aja udah, itu yang paling penting,”
terang Laode lebih lanjut kepada para wartawan.

Berdasarkan pantauan harga terbaru yang berlaku sejak 1 Mei 2026, jaringan SPBU swasta telah mematok harga diesel di kisaran Rp30.000 per liter. Manajemen Vivo Energy Indonesia melalui akun Instagram resminya mengumumkan bahwa mereka kini menjual produk Revvo 92 seharga Rp12.390 per liter, sementara mereka membanderol produk diesel unggulan Diesel Primus menembus angka Rp30.890 per liter. Pengelola SPBU BP juga menerapkan kebijakan penyesuaian serupa. Mereka menjual BP 92 seharga Rp12.390 per liter dan menetapkan harga BP Ultimate Diesel pada angka Rp30.890 per liter.
Tidak mau ketinggalan dengan pihak swasta, PT Pertamina (Persero) juga mengerek harga untuk deretan produk non-subsidi mereka. Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo atau RON 98 dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter. Mereka juga mendongkrak harga produk Dexlite dari angka Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter. Sementara itu, Pertamina turut menaikkan harga jual Pertamina Dex dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.

Meski produk diesel dan bahan bakar oktan tinggi melambung pesat, masyarakat masih bisa bernapas lega karena Pertamina tidak mengubah harga beberapa jenis bahan bakar lain. Pertamina memastikan harga Pertamax atau RON 92, Pertamax Green 95, Pertalite atau RON 90, serta Solar Subsidi tetap stabil dan tidak berubah pada periode ini. Pemerintah berharap kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi ini dapat membantu masyarakat mengelola beban pengeluaran mereka sehari-hari.
Mengingat harga energi dunia yang masih bergerak dinamis, masyarakat perlu menerapkan kebiasaan bijak saat mengonsumsi bahan bakar. Pastikan Anda terus mengikuti perkembangan informasi terkini seputar kebijakan energi dan penyesuaian harga BBM agar Anda dapat merencanakan keuangan secara akurat tanpa mudah terpengaruh oleh isu yang belum pasti.

