Selasa, 15 September 2026
Hot

KMP Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Masalembo, 143 Penumpang Dievakuasi Selamat

Kemenhub mengungkap kronologi KMP Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa. Sebanyak 143 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS. KLATEN – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap KMP Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Masalembo, Sebanyak 143 penumpang berhasil dievakuasi, Minggu (13/9/2026).

Dalam insiden yang terjadi di Laut Jawa ini, tim gabungan melakukan evakuasi penumpang dan memastikan 143 orang berada dalam kondisi selamat. Saat ini, petugas masih menyelidiki penyebab pasti insiden yang menimpa kapal dengan rute pelayaran Surabaya menuju Banjarmasin tersebut.

Berdasarkan laporan awal, General Manager Perseroan Terbatas (PT) Virgo, Yoel Rihi, melaporkan hilangnya komunikasi kapal tersebut kepada otoritas terkait.

Kapal ini memulai pelayarannya dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 Greenwich Mean Time (GMT). Namun, komunikasi terputus secara tiba-tiba sekitar pukul 02.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin menerima informasi krusial ini pada pukul 04.10 WITA dan langsung merespons situasi.

Article ad in the middle of article

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, memimpin langsung operasi pencarian di lapangan. Dalam konferensi pers, I Putu Sudayana menjelaskan koordinat terakhir kapal.

“Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” ucapnya.

Kantor SAR Banjarmasin bergerak cepat dengan memberangkatkan enam personel menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 WITA. Tim pencari kemudian melanjutkan perjalanan ke titik terakhir menggunakan armada Kapal Negara (KN) SAR Laksmana 241.

“Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir,” tambahnya.

Tim SAR gabungan memperkirakan butuh waktu sekitar lima jam untuk mencapai lokasi pencarian. Operasi penyelamatan ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi.

Kantor SAR Banjarmasin terus berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal terkait.

Tim penyelamat juga menyiapkan peralatan pendukung lengkap seperti perangkat penyelamatan air (water rescue), dua set alat selam, dan fasilitas komunikasi Starlink guna mempermudah proses penyisiran di lapangan.

Mengingat data yang tersedia saat ini masih merupakan kepingan dari gambaran utuh peristiwa, otoritas terkait terus mengeksplorasi berbagai aspek insiden dan kemungkinan penyebab di luar temuan awal guna menghadirkan pemahaman yang komprehensif bagi publik.

Article ad after last paragraph