Sabtu, 29 Agustus 2026
Hot

JK Singgung Istilah Termul dan Ungkap Peran Besar di Karier Jokowi

Article ad before first paragraph

KLATEN HARIANEXPRESSJK Singgung Istilah Termul dan Ungkap Peran Besar di Karier Jokowi. Jusuf Kalla mengenang perannya membawa Jokowi dari Solo hingga menjadi presiden. Ia juga menyinggung istilah termul dan meminta Jokowi tunjukkan ijazah asli untuk akhiri polemik yang sudah dua tahun berlangsung.

Jusuf Kalla atau JK kembali menyinggung peran pentingnya dalam karier politik Joko Widodo alias Jokowi. Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengklaim dirinya yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga akhirnya menjadi Presiden.

Pernyataan tersebut disampaikan JK saat konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Acara itu juga membahas klarifikasi atas ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sempat dianggap menista agama, serta polemik keaslian ijazah Jokowi.

JK menjelaskan bahwa ia yang membawa Jokowi dari Solo untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Ia juga mengaku turut meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar mendukung Jokowi.

Article ad in the middle of article

jk-merasa-difitnah-soal-menista-agama-semoga-allah-memaafkan-pemfitnah

“Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta dari Solo untuk jadi gubernur,” ujar JK.

Menurutnya, Megawati awalnya ragu, tetapi akhirnya setuju setelah ia meyakinkan bahwa Jokowi adalah calon yang baik dari PDIP. Setelah Jokowi terpilih sebagai gubernur, ia datang ke rumah JK untuk mengucapkan terima kasih.

JK menunjukkan foto saat Jokowi bersalaman dengannya usai menang Pilkada DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa tanpa pengalaman sebagai gubernur, sulit bagi Jokowi untuk maju menjadi presiden.

“Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?” kata JK.

Istilah termul yang disebut JK merupakan akronim dari “Ternak Mulyono“. Istilah ini belakangan sering digunakan untuk menyindir pihak yang membela Jokowi, termasuk oleh pakar telematika Roy Suryo dalam pembahasan ijazah.

Selain itu, JK mengungkap bahwa ia maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi juga atas permintaan langsung Megawati. Menurut JK, Megawati meminta dirinya mendampingi karena Jokowi dianggap belum berpengalaman saat itu.

“Ibu Mega bilang ‘Jangan, Pak Jusuf dampingi’. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf wakilnya,” tutur JK.

Dalam kesempatan yang sama, JK menyesalkan tuduhan bahwa dirinya mendanai polemik keaslian ijazah Jokowi. Ia menegaskan tidak memiliki konflik pribadi dengan Jokowi dan tetap menghormatinya.

Sebagai orang yang lebih senior, JK merasa perlu memberi nasihat. Ia meminta Jokowi segera menunjukkan ijazah asli agar polemik yang sudah berlangsung dua tahun itu tidak terus memecah masyarakat.

“Ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, demo. Sudahlah Pak Jokowi, kasihlah ijazah saja. Saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat?” ujar JK.

JK menambahkan bahwa membiarkan isu sensitif seperti ijazah terus berlarut hanya membuat masyarakat saling memaki.

Sebelumnya, pada Rabu (8/4/2026), JK telah melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu terkait tuduhan bahwa JK mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk menyerang Jokowi.

JK membantah keras tuduhan tersebut. Ia menganggap tidak etis dan tidak mungkin membayar miliaran rupiah untuk menyelidiki mantan presiden yang pernah menjadi rekannya selama lima tahun.

“Pak Jokowi adalah mantan Presiden dan saya adalah wakilnya. Masa saya membayar orang miliaran rupiah untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” tegas JK.

jk-merasa-difitnah-soal-menista-agama-semoga-allah-memaafkan-pemfitnah

Ia menegaskan tidak pernah memberikan dana kepada siapa pun untuk menyerang Jokowi. Karena tuduhan itu sudah menyebar luas, JK memilih jalur hukum.

Jusuf Kalla menekankan hubungannya dengan Jokowi tetap baik. Ia hanya menjalankan peran sebagai senior yang memberikan nasihat agar polemik segera berakhir.

Polemik ijazah Jokowi ini telah berlangsung cukup lama dan kerap memicu demonstrasi serta perdebatan di masyarakat. JK berharap dengan menampilkan ijazah asli, masyarakat tidak lagi terpecah.

Konferensi pers ini menjadi kesempatan JK untuk mengklarifikasi berbagai tuduhan sekaligus mengingatkan kembali kontribusinya dalam karier politik Jokowi dari tingkat daerah hingga nasional.

Pantau terus perkembangan isu politik terkini di Indonesia untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.

Article ad after last paragraph