HARIAN EXPRESS, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 5.012 gempa bumi susulan melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sabtu (22/8/2026) pagi.
Rentetan gempa susulan ini merespons gempa utama yang memiliki kekuatan magnitudo 7,7 beberapa waktu sebelumnya. Dari ribuan kejadian tersebut, alat pantau BMKG merekam magnitudo terbesar mencapai 6,2, sementara magnitudo terkecil berada pada angka 1,1.
Institusi pengamat cuaca dan gempa ini juga melaporkan 31 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5. Selain itu, warga setempat secara langsung merasakan 124 guncangan dari total ribuan gempa tersebut.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan semua rentetan guncangan yang terjadi saat ini mempunyai kekuatan yang lebih kecil jika masyarakat membandingkannya dengan gempa utama.
“Bisa kita pastikan untuk gempa susulan itu kan lebih kecil ya sekarang. Tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utamanya,” ujarnya.
Dia menerangkan bahwa kekuatan magnitudo 7,7 pada gempa utama sudah sangat mendekati ambang batas magnitudo maksimum yang dapat melanda kerak dangkal di wilayah Flores.

Para pakar menakar potensi pelepasan energi maksimum pada kerak dangkal di kawasan tersebut hanya berkisar pada angka magnitudo 7,8.
Menyikapi fenomena alam ini, Wijayanto mengimbau warga agar tetap waspada namun tidak panik secara berlebihan.
“Jadi seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” kata Wijayanto menutup penjelasannya.


